Yudha, Anak Papua yang Bercita-cita Membumikan Nuklir di Tanah Kelahirannya


Rabu, 07 Oktober 2020 - 15:45:14 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 72 kali


(Yogyakarta, 7/10/20). Berasal dari pulau Papua, tepatnya di kota Jayapura, Ignatius Yudha Putra Welerubun menjadi salah satu mahasiswa di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir - Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN - BATAN) yang pada tanggal 7 Oktober 2020 akan mengikuti prosesi wisuda dan resmi menjadi bagian dari alumni. Wisudawan yang kerap dipanggil Ige atau Yudha tersebut merupakan mahasiswa program studi Teknokimia Nuklir (TKN) angkatan 2016. Sebagai satu-satunya wisudawan dari Papua pada angkatannya, Yudha patut berbangga dengan prestasi yang ditorehkannya, yaitu memiliki IPK 3,82 dan merupakan IPK tertinggi ke dua di program studinya.

 

Yudha yang merupakan alumnus SMA Negeri 4 Jayapura tersebut mengawali kisahnya bercerita tentang kenangannya mengenal STTN – BATAN.  Langkahnya memilih STTN berawal dari guru SMA, yaitu guru kimia yang mengenalkannya kepada radioisotop, guru fisika yang mengenalkannya kepada pemanfaatan energi nuklir, dan guru biologi yang mengenalkannya kepada efek dari radiasi terutama terhadap sel. Mendasarkan penjelasan dari guru SMA dan restu dari orang tua, Yudha memutuskan untuk melanjutkan studi ke bidang kenukliran di STTN – BATAN sebagai tempat untuk menimba ilmu.

 

Memilih program studi Teknokimia Nuklir, selama 7 semester Yudha mempelajari banyak hal mulai dari teknik pengukuran radiasi, alat deteksi radiasi, proteksi radiasi, hingga proses pengolahan bahan bakar nuklir maupun logam tanah jarang. Dari materi kuliah yang diperoleh tersebut, Yudha akhirnya memantapkan pilihan untuk mengambil Tugas Akhir dengan tema pengolahan limbah, yang tentu tidak mudah untuk dilakukan dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Berbagai hal dan tantangan harus dihadapi dalam pelaksanaan penelitiannya, namun hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk terus berusaha dengan harapan Tugas Akhirnya dapat diselesaikan dengan baik. “Saya ingin mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah sebagai jalan untuk mewujudkan cita-cita saya,” ungkapnya lebih lajut

 

Selain belajar di bidang akademik, anak kedua dari tiga bersaudara tersebut juga mengikuti organisasi dikampusnya yaitu Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) selama dua periode menjabat sebagai Bendahara (2017) dan Anggota Komisi 4 (2018), kemudian setelahnya ia bergabung sebagai anggota dalam Mahkamah Mahasiswa. Selain itu, Yudha juga pernah bergabung dalam kepanitiaan Pengabdian Masyarakat Teknokimia Nuklir pada tahun 2017 – 2018 yang diadakan di desa Paten, Magelang. Bergabung dalam organisasi dan kepanitiaan merupakan salah satu tujuan Yudha untuk meningkatkan kemampuan kerjasama, komunikasi, dan koordinasi antar rekan guna mempersiapkan Yudha dalam mewujudkan cita-citanya.

 

Percaya bahwa surga kecil (Papua) memiliki potensi mineral yang dapat digali terutama terkait bidang kenukliran, Yudha bercita-cita dapat bergabung dalam tim eksplorasi dan melakukan eksplorasi potensi nuklir di tanah tempat kelahirannya serta ikut serta membangun tanah Papua agar tidak dipandang sebelah mata. “Tujuan belajar kenukliran di STTN -BATAN tidak lepas dari keinginan saya untuk membuka mata anak - anak papua mengenai teknologi nuklir, kemudian ke masyarakat Papua, sehingga pengetahuan mereka di bidang tersebut tidak tertinggal,” jelasnya.

 

Yudha mengucapkan banyak terimakasih kepada STTN - BATAN karena telah banyak memberikan ilmu yang tidak akan ia dapatkan ditempat lain, dan mengatakan bahwa dirinya akan sangat menyesal, jika tidak pernah mengenal STTN-BATAN. STTN - BATAN sukses selalu. (ige/tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
  • IKM STTN
Top
  • Follows us our servcies