Joanne Salres: Pengalaman Mengajarkan Banyak Hal


Rabu, 07 Oktober 2020 - 16:04:37 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 79 kali


(Yogyakarta, 7/10/20). Joanne Salres Ramadhani, gadis kelahiran Jakarta ini tidak membayangkan sebelumnya akan menjadi salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN). Berawal dari melaksanakan presentasi mengenai “Gamma Knife” di perguruan tinggi tempat dia belajar sebelumnya, Joanne sangat tertarik untuk belajar nuklir. Bergabung dengan komunitas nuklir telah ia lakukan sebelum dirinya menjadi mahasiswa STTN – BATAN. Kesungguhannya untuk belajar nuklir, dibuktikannya dengan Joanne memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3, 90 yang merupakan IPK tertinggi di Program Studi Teknokimia Nuklir (TKN) dan IPK tertinggi kedua untuk STTN angkatan 2016 dengan judul Tugas Akhir Pengembangan Metode Analisis Logam Tanah Jarang pada Monasit menggunakan ICP-OES.

 

Selama kuliah, Joanne aktif di beberapa kegiatan, baik yang akademik maupun non akademik. Tingkat pertama Joanne bergabung bersama BEM pada departemen Hubungan Luar Kampus (Hubluka) dan banyak mengikuti kegiatan di luar kampus, salah satunya adalah mengikuti kegiatan FMKI (Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia) yang merupakan perkumpulan sekolah kedinasan di Indonesia seperti, STAN, STIS, IPDN, STIP, STTD, dan masih banyak. Tahun kedua, dirinya juga menjadi anggota Dewan Pengawas FMKI dengan tugas utama mengawasi program kerja FMKI yang berlangsung seperti OPTK (Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan) pada tahun 2018 yang diselenggarakan di STIP Jakarta. Selain menjadi Dewan Pengawas FMKI, Joanne juga bergabung dengan KOMMUN Yogyakarta pada tahun 2017 pada Departemen Kajian Ilmiah dan menjabat sebagai Sekretaris Internal HIMA TKN STTN pada tahun 2018. “Menjadi MC pada acara IAEA TC Project RAS 0079: Educating Secondary Students and Science Teacher on Nuclear Science and Technology dan beberapa acara IAEA lainnya yang diselenggarakan di STTN adalah sebuah pengalaman berharga bagi saya,” ungkapnya.

 

Dalam bidang akademik, prestasi yang diperoleh Joanne antara lain mengikuti lomba karya tulis ilmiah, olimpiade, dan penelitian di bawah bimbingan Fifi Nurfiana, M. Si (dosen TKN STTN). Bersama dengan anggota tim lainnya (Fazlur Ansyari dan Wigo), tim yang bergabung dalam One Tim mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional di UPN Yogyakarta dan berhasil meraih juara 3 dengan judul karya tulis Makanan Radiasi sebagai Solusi Ketahanan Pangan menuju Indonesia Mandiri 2025. Hal ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri karena menjadi tim pertama yang berhasil membawa juara pada lomba karya tulis ilmiah di jurusan TKN. Tidak cukup sekali, pada November 2018, One Tim kembali mengikuti Olimpiade Sistem Manajemen Laboratorium di UII Yogyakarta dan berhasil meraih juara 2 dengan judul karya tulis SMK3 Fasilitas Iradiator Gamma STTN-BATAN.

 

Joanne berharap, pengalaman akademik dan non akademik yang diperolehnya selama ini akan banyak membantunya saat dirinya terjun pada dunia kerja. “Banyak sekali pengalaman, pengembangan diri yang saya dapat selama kuliah empat tahun di STTN yang mungkin tidak akan saya dapatkan di Universitas sebelumnya atau perguruan tinggi manapun. Terima kasih STTN, Jayalah Almamaterku,” tutupnya.

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
  • IKM STTN
Top
  • Follows us our servcies