Hasna, Srikandi Elektronika Instrumentasi Peraih IPKTertinggi di Prodinya


Rabu, 07 Oktober 2020 - 17:26:25 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 115 kali


(Yogyakarta, 7/10/20). Perjalanan seorang Hasna Nurhanifa Rosyadi untuk menjatuhkan pilihan hingga menamatkan kuliah Diploma IV di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) tidak mudah. Lahir di kota Klaten, Hasna merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, sempat ragu untuk melanjutkan pendidikan bidang nuklir karena takut orang tua tidak merestui niatnya. Tidak disangka, ternyata orang tua Hasna sangat mendukung keinginan Hasna tersebut. “Sungguh hal yang tidak saya duga, saat saya bercerita tentang STTN dan nuklir, ternyata orang tua saya jauh lebih melek nuklir dibanding saya,” ungkap Hasna. Berkat dukungan, semangat dan ketekunannya menimba ilmu kenukliran, Hasna yang pada tanggal 7 Oktober 2020 melaksanakan prosesi wisuda, dinyatakan sebagai mahasiswa program studi Elektronika Instrumentasi dengan IPK tertinggi di program studinya. Memiliki IPK 3,84 Hasna sangat bersyukur atas prestasi yang diraihnya.

 

Kuliah di STTN - BATAN, Hasna memilih jurusan Teknofisika Nuklir untuk menekuni bidang Elektronika Instrumentasi dengan minat studi Otomasi Industri. Selain belajar tentang rekayasa dan perawatan peralatan elektronika nuklir, Hasna juga fokus mempelajari sistem kendali yang sering digunakan di bidang industri, diantaranya adalah DCS (Distributed Control System) dan PLC (Programmable Logic Controller). Bagi Hasna, menimba ilmu akademik, harus juga diimbangi dengan menimba ilmu non akademik. Hal tersebut dibuktikan dengan masuknya Hasna dalam kepengurusan HIMA Elins, mengikuti event robotik tingkat nasional “Line Follower Competition #6, aktif dalam kepanitiaan seperti dalam kegiatan Workshop Nasional Pemrograman Arduino 2017, kunjungan Industri ke PT. Pura Barutama-Kudus 2017 serta Seminar Nasional Teknologi Nuklir (SNTN) 2016.

 

Hasna juga sering mengikuti pelatihan mandiri di luar kampus seperti pelatihan dasar K3 di bidang industri dan konstruksi, dasar pemrograman PLC Omron dan Human Machine Interface (HMI)-nya, dasar pemrograman HTML/CSS serta pelatihan Basic Metering System. “Semua ilmu itu baik, asal dipelajari dengan niat dan usaha yang baik juga,” jelasnya. Hasna juga senang berbagi ilmu dengan mengajar anak-anak SMA sebagai guru privat, serta aktif dalam kegiatan sukarela sebagai pengajar murid-murid tingkat SD hingga SMA yang harus belajar dirumah karena adanya pandemi Covid-19 di Klaten.

 

Pada pelaksanaan Tugas Akhirnya di masa pandemi Covid-19 ini, menjadi tantangan tersendiri bagi Hasna yang mengambil topik tentang sistem kendali DCS pada Steam Boiler B-1102 PT. Petrokimia Gresik sebagai kelanjutan dari kegiatan kerja prakteknya di tahun 2019 lalu.  Menurutnya, banyak sekali permasalahan yang muncul mulai dari masalah ketersediaan hardware dan software, pembatasan akses masuk di Laboratorium DCS kampus, komunikasi daring yang sulit baik dengan pihak kampus maupun PT. Petrokimia Gresik, dan lain sebagainya. “Meskipun demikian, saya sangat bersyukur meskipun banyak kendala, saya tetap bisa menyelesaikan Tugas Akhir saya dengan baik,” jelasnya. Dari pengalamannya tersebut, Hasna berpesan kepada adik-adik STTN untuk terus semangat belajar dan jangan mudah menyerah. Pengalaman belajar di STTN bagi Hasna sangat berkesan karena berhasil menuntaskan kuliah tepat waktu di masa pandemi Covid-19 dan menjadi srikandi IPK tertinggi di program studinya. (hnr/tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
  • IKM STTN
Top
  • Follows us our servcies