Ikhsan Mahfudin, Mahasiswa STTN Peroleh IPK 4: Tekad, Semangat dan Manajemen Waktu


Rabu, 07 Oktober 2020 - 17:52:57 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 158 kali


(Yogyakarta, 7/10/20). Ikhsan Mahfudin, mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) program studi Elektro Mekanika kelahiran kabupaten Pekalongan, berhasil lulus dengan memperoleh IPK tertinggi sebagai wisudawan Sarjana Terapan Teknik (S.Tr.T) STTN tahun 2020. Memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 tentulah bukan hal yang mudah untuk didapatkan Ikhsan. Berasal dari keluarga biasa, namun memiliki tekad dan semangat yang kuat agar bisa membantu meringankan beban orang tua, dan menjadi mahasiswa yang bermanfaat menjadi motivasi bagi Ikhsan untuk terus berusaha melakukan yang terbaik.

 

Lulusan SMA N 1 Kajen tahun 2016 ini mengawali kisahnya tentang perjuangannya agar bisa melanjutkan kuliah di STTN – BATAN. Mendaftar melalui jalur prestasi akademik dan dinyatakan tidak lolos, tidak menyurutkan niatnya untuk bisa melanjutkan kuliah di kampus nuklir. Mencoba kembali melalui jalur prestasi non akademik, akhirnya Ikhsan diterima sebagai mahasiswa STTN – BATAN. Beberapa prestasi yang pernah diperoleh saat menjadi siswa di SMA N 1 Kajen mampu membantu menghantarkannya keberhasilan diterima menjadi salah satu mahasiswa Jurusan Teknofisika Nuklir, Program Studi Elektro Mekanika.

 

“Saya tidak mau hanya menjadi mahasiswa yang biasa saja, yang sering dikatakan sebagai mahasiswa kupu-kupu (kuliah – pulang). Saya memutuskan di awal perkuliahan untuk bergabung di beberapa UKM seperti UKM robotik, KALAM serta bergabung di BEM sebagai anggota departemen ristek,” jelasnya. Meskipun aktif di kegiatan non akademik, Ikhsan juga tidak melupakan target akademiknya, yaitu memperoleh beasiswa prestasi STTN yang hanya dapat diperoleh oleh satu orang dengan nilai terbaik di masing-masing Program Studi untuk setiap tahunnya, dengan harapan meringankan beban orang tua. Bukan hal yang mudah tentunya agar mampu memperoleh prestasi di bagian akademik namun tetap aktif di beberapa organisasi dan kegiatan kampus.

 

“Setiap mata kuliah tidak boleh diremehkan, meskipun banyak anggapan yang menilai bahwa mata kuliah A itu mudah memperoleh nilainya. Manajemen waktu yang baik juga diperlukan agar mampu membagi waktu sesuai dengan prioritas,” ungkapnya. Lebih lanjut Ikhsan menjelaskan, bahwa penyusunan jadwal yang dirinya lakukan adalah agar semua kegiatan dapat berjalan dengan baik, yaitu membagi waktu kuliah, waktu berorganisasi, waktu bekerja dan waktu untuk belajar. Terlebih lagi, mulai semester 2, Ikhsan juga memutuskan untuk bekerja paruh waktu sebagai pengajar les privat di bidang matematika, fisika dan kimia untuk membantu kebutuhan finansial selama kuliah serta mencari pengalaman yang lebih dibandingkan mahasiswa pada umumnya.

 

Iksan juga aktif mengikuti beberapa lomba antar mahasiswa yang diadakan universitas lain. Pada awalnya, lomba yang sering diikuti adalah lomba robotika, salah satunya lomba line follower. Pada semester lima, Ikhsan mulai mencoba mengikuti lomba karya tulis ilmiah dan berhasil menjadi finalis lomba Sriwijaya National Engineering Poster Contest (SNEPCo) 2019 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, serta lolos babak 15 besar lomba riset daerah Kabupaten Pekalongan tahun 2018. Tidak putus ada, Ikhsan kembali mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Nasional pada Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK), yang diselenggarakan di Universitas Tanjungpura dan timnya memperoleh juara satu.

 

Selain lomba, dirinya juga mengikuti beberapa seminar nasional menjadi pemakalah dengan karya tulis di bidang pemodelan. Pada akhir semester enam, kegiatan mulai terfokus pada persiapan kerja praktek dan penyusunan kegiatan penelitian untuk tugas akhir. “Selama enam pekan saya melaksanakan kerja praktek di PTKRN BATAN Serpong untuk memperoleh pengalaman di bidang pemodelan fisika reaktor dengan judul Pemodelan High Temperature Gas-Cooled Reactor (HTGR) Tipe Pebble Bed Dengan OpenMC, dan itu menjadi dasar saya melakukan penelitian Tugas Akhir” jelasnya. Melaksanakan Tugas Akhir dengan judul Pengembangan Desain dan Validasi Model Kinetika Reaktor pada Simulator Operasi Kendali Reaktor Kartini pada bulan September 2019 dan melakukan sidang pendadaran pada 11 Maret 2020, Ikhsan juga menjadi mahasiswa STTN pertama dari angkatan 2016 yang berhasil menyelesaikan Tugas Akhirnya. (im/tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
  • IKM STTN
Top
  • Follows us our servcies