STTN Luluskan 101 SDM Iptek Nuklir di Tengah Pandemi Covid-19


Kamis, 08 Oktober 2020 - 14:57:36 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 88 kali


(Yogyakarta, 7/10/20). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) menyelenggarakan wisuda secara offline di masa pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Hal tersebut dilaksanakan dalam rangka beradaptasi dengan kenormalan baru. Wisuda dilaksanakan pada hari Rabu, 7 Oktober 2020 bertempat di Hotel Sahid Raya, Yogyakarta dengan dihadiri senat, beberapa undangan serta wisudawan tanpa didampingi kedua orang tua.

 

Prosesi wisuda dilaksanakan dengan jumlah 101 wisudawan (94 wisudawan dari program regular dan 7 wisudawan dari program Alih Jalur D-III ke D-IV) dengan rincian 28 orang dari Program Studi Teknokimia Nuklir, 38 orang dari Program Studi Elektronika Instrumentasi, dan 35 orang dari Program Studi Elektro Mekanika.

 

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi tahun ini diperoleh Ikhsan Mahfudin (program studi Elektro Mekanika) dengan perolehan IPK 4,00. Disusul Joanne Salres Ramadhani (program studi Teknokimia Nuklir) dengan perolehan IPK 3,90 dan Hasna Nurhanifa Rosyadi (program studi Elektronika Instrumentasi) dengan perolehan IPK 3,84. Secara keseluruhan, predikat cumlaude / dengan pujian diperoleh sebanyak 45 wisudawan, yang terdiri dari 15 orang berasal dari program studi Teknokimia Nuklir, 13 orang program studi Elektronika Instrumentasi dan 17 orang program studi Elektro Mekanika.

 

Wisuda 2020 kali menjadi berarti, karena sekitar 96,8% mahasiswa angkatan 2016 mengerjakan tugas akhir ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini dinyatakan lulus dan dapat mengikuti wisuda. Selain itu, terasa istimewa karena berhasil meluluskan 9 wisudawan dari beasiswa Pemerintah provinsi Kalimantan Barat.

 

“Wisuda bukanlah akhir atau tujuan dari proses belajar mahasiswa di STTN, tetapi merupakan langkah awal untuk terus belajar, berproses, berkembang dan berkompetisi dengan baik. Berkembanglah secara cepat, namun bijaksana untuk masuk ke dalam dunia kerja,” ungkap Edy Giri Rachman Putra, Ph. D selaku Ketua STTN dalam sambutannya. Lebih lanjut Edy Giri juga menyampaikan, bahwa tuntutan eksternal termasuk pemerintah terhadap dunia pendidikan semakin tinggi, tuntutan tersedianya tenaga kerja yang memiliki pengalaman dan tuntutan lainnya semakin tinggi karena kompetisi sebuah negara untuk dapat bersaing dengan negara lain juga semakin tinggi untuk menjadi sebuah negara maju dalam mensejahterakan masyarakatnya.

 

Sebagai perguruan tinggi kedinasan vokasi, salah satu keunggulan mahasiswa STTN adalah dibekalinya mahasiswa dengan kompetensi tambahan berupa sertifikasi, diantaranya adalah sertifikasi Surat Izin Bekerja Petugas Proteksi Radiasi (SIB PPR). SIB ini dapat disejajarkan dengan SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) yang menunjukkan kompetensi / keahlian khusus lulusan STTN.

 

Selain itu, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mendapatkan lisensi UT (Ultrasonic Test) level 2 dan lisensi Operator Radiografi (OR) yang merupakan bagian dari upaya penambahan sertifikasi personil selain Surat Izin Bekerja Petugas Proteksi Radiasi (SIB PPR). Program studi Elektromekanika juga telah menginisiasi program peningkatan kualitas lulusan agar bentuk sertifikasi personil UT (dengan lisensi ASNT, the American Society for Nondestructive Testing) untuk level internasional serta lisensi OR tersebut kelak menjadi nilai tambah bagi wisudawan di dunia kerja.

 

Dalam bidang penguatan kelembagaan dan akademik, STTN juga terus mengembangkan kiprah sebagai perguruan tinggi vokasi dibidang teknologi nuklir, dalam rangka mengembangkan kurikulum teaching industry menuju terbentuknya Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (di tahun 2020), yang sudah secara bertahap dilakukan. Implementasi program baru yang diusulkan ini merupakan bentuk penguatan kurikulum pendidikan vokasi dalam bidang teknologi nuklir di tingkat regional dan juga Internasional dengan bekerjasama beberapa perguruan tinggi dan institusi di luar negeri yang akan memberikan nilai tambah untuk mahasiswa dan lulusan STTN ke depannya, termasuk dosen dan tenaga pendidik yang akan mendukungnya. “Kami berusaha, perubahan ini bukan hanya sekedar nama, tapi perubahan sekolah tinggi menjadi politeknik nantinya merupakan perubahan paling mendasar, perubahan mindset dan cita-cita,” jelas Edy Giri.

 

Selain dilaksanakan secara offline, prosesi wisuda juga dapat disaksikan secara daring menggunakan aplikasi zoom dan disiarkan secara langsung melalui kanal youtube STTN BATAN. Hal tersebut dilakukan sebagai sarana bagi orang tua wisudawan, undangan serta masyarakat luas agar dapat turut menyaksikan prosesi wisuda Sarjana Terapan Teknik (S.Tr.T) STTN BATAN secara langsung. (tek)

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
  • IKM STTN
Top
  • Follows us our servcies