Pemagangan SDM di Offshore, Langkah Nyata STTN Menuju Teaching Industry


Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:43:56 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 94 kali


(Yogyakarta, 25/10/20). Pada bulan September 2020, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Yogyakarta (STTN - BATAN) dan PT. Radiant Utama Interinsco, Tbk bersepakat melaksanakan kerjasama. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam naskah kerjasama yang ditandatangani antara Ketua STTN dengan Direktur Utama PT. Radiant Utama Interinsco, Tbk. Sebagai salah satu tindaklanjut kerjasama antara STTN dengan PT. Radiant Utama Interinsco Tbk tersebut adalah dengan dilaksanakannya kegiatan inspeksi bersama yang melibatkan personel dari kedua pihak. Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 kali ini adalah untuk melaksanakan inspeksi atau profiling pipa insulasi di fasilitas pengeboran gas lepas pantai (offshore). Adalah Tasih Mulyono, Pranata Nuklir STTN (Ahli Radiografi dan Uji Tak Rusak UTR) bersama dengan 2 personel PT. Radiant Utama Insterinsco (1 personel Ahli Radiografi dan 1 personel Petugas Proteksi Radiasi) yang melaksanakan inspeksi tersebut.

 

Kegiatan inspeksi berlangsung dari tanggal 12 sampai dengan 22 Oktober 2020, menggunakan kamera gamma dengan sumber Ir-192, Detektor Digital Radiografi (DDR) milik STTN, serta beberapa peralatan proteksi radiasi lain secara lengkap. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah penggunaan alat pelindung diri (APD) yang wajib dikenakan selama bekerja di lokasi. Inspeksi dengan DDR sangat efektif untuk melihat profiling dari pipa yang diperiksa.

 

Kelebihan proses pengambilan citra dengan DDR adalah hasil citra dapat dilihat saat inspeksi berlangsung pada monitor computer, kontras dari citra lebih bagus, interpretasi dan pengukuran lebih cepat akurat. Hasil pengujian ini dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa di STTN.

 

Kegiatan inspeksi bersama ini juga sebagai langkah awal pengembangan dan implementasi konsep teaching industry dibidang NDT (Non-Destructive Test) yang kedepannya dapat dilaksanakan mahasiswa STTN. Mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman proses pengujian dengan metode uji tak rusak secara langsung di lapangan atau industri dan bisa mengetahui permasalahan yang mungkin muncul saat melakukan inspeksi. “Selain itu, mahasiswa akan merasakan pentingnya sebuah koordinasi dan menjadi teamwork yang solid untuk menghadapi masalah dan menemukan penyelesaian pekerjaan di lapangan,” ungkap Tasih. Hal-hal tersebut tentunya dapat secara langsung meningkatkan wawasan, keahlian dan ketrampilan mahasiswa khususnya di bidang uji tak rusak, sebagai salah satu kompetensi dan sertifikasi penting lulusan STTN. (tm/smail) 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
  • IKM STTN
Top
  • Follows us our servcies