Penyerahan Bibit Padi Sidenuk dan Mira-1 untuk Pengabdian Kepada Masyarakat


Selasa, 17 November 2020 - 13:07:26 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 76 kali


(Jepara 6/11/20) Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN - BATAN) Yogyakarta, Edy Giri Rachman Putra, Ph.D. bersama mahasiswa Teknokimia Nuklir melakukan penyerahan benih padi unggul varietas inpari Sidenuk dan Mira-1 label kuning hasil dari penelitian dan pengembangan yang dilakukan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN masing-masing 10 kg pada hari Jum’at, 6 November 2020. Penyerahan benih ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan STTN - BATAN dalam rangka untuk memanfaatkan lahan yang ada di kampus STTN Jepara yang berlokasi di Ujungwatu, Donorojo, Jepara, Jawa Tengah. Di samping itu juga untuk memberdayakan masyarakat Jepara sebagai penangkar benih, turunan dari pemulia yang dilakukan PAIR BATAN dalam jumlah yang cukup. Lokasi pembenihan bibit padi hasil PAIR BATAN terletak di Lingkungan UPPM BATAN Jepara dengan harapan agar diperoleh bibit padi berlabel biru. Hasil dari pembenihan di kemas dan simpan pada ruangan tersendiri.

 

Selain penyerahan benih penjenis atau benih sumber (breeder seed) padi sebagai kegiatan pengabdian masyarakat STTN - BATAN dari Ketua STTN - BATAN ke koordinator STTN kampus Jepara sekaligus penangkar benih bersertifikat, Dwijo Murdianto, S.ST, diserahkan pula benih padi hasil penangkaran di STTN kampus Jepara kepada Himpunan Mahasiswa Teknokimia Nuklir (HIMA TKN). Benih yang diberikan ke pihak mahasiswa merupakan benih berlabel biru yaitu 300 kg benih padi Sidenuk dan 50 kg benih padi Mira-1, yang merupakan hasil budidaya benih berlabel kuning atau keturunan dari benih pokok. Benih label biru juga disebut benih sebar (Certified seed), benih ini hanya cocok ditanam satu kali masa tanam yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan pengabdian masyarakat oleh HIMA TKN di Dusun Paten Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah dan kegiatan pengabdian lainnya dari pihak kampus.

 

Padi inpari Sidenuk dan Mira-1 diperoleh dengan mengiradiasi sinar gamma dengan dosis 0,2 kGy dimana padi Sidenuk dikembangkan dari varian Diah Suci dan Mira-1 dari Cisantana. Kedua jenis benih tersebut memiliki keunggulan dimana umur tanamnya hanya 100 hari, produktivitasnya yang tinggi, tahan hama dan penyakit. Begitu pula dengan hasil nasinya yang pulen dan rasanya enak, yang menjadikan varian ini banyak digemari masyarakat. (egp)



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
  • IKM STTN
Top
  • Follows us our servcies