Kebijakan Mutu


Diposting tanggal: 13 Januari 2017

Kebijakan Mutu

Dalam rangka mewujudkan sebuah Perguruan Tinggi yang bermutu, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir telah mendeklarasikan Kebijakan Manajemen di STTN terkait Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Sistem Manajemen Mutu (SMM), Sistem Manajemen Perguruan Tinggi (SMPT) dan Sistem Manajemen Laboratorium (SM Laboratorium).

Implementasi sistem K3 selayaknya menjadi hal utama dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan mengingat STTN merupakan salah satu perguruan tinggi yang sering memanfaatkan sumber radioaktif dan radiasi pengion dalam proses pembelajaran terkait ilmu kenukliran. Mutu pendidikan yang baik harus diimbangi dengan penerapan budaya keselamatan dan kesehatan bagi para individu di dalamnya sehingga proses pembelajaran yang berjalan dapat terlaksana dengan baik demi menjaga mutu pendidikan.

Bersamaan dengan implementasi sistem K3, STTN juga diharapkan selalu menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi berdasarkan UU No. 12 tahun 2010 tentang Pendidikan Tinggi dan Permendikbud No. 50 tahun 2014 tentang Sistem penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, dan Peraturan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi No.44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Untuk Sistem Mutu Laboratorium STTN telah mengacu dan menerapkan SB77-0003-80:2007.

STTN menjamin bahwa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, instansi, industri, dunia kerja, dan masyarakat serta sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku dengan cara:

  1. Melaksanakan dan memelihara mutu seluruh pelaksanaan fungsi organisasi dengan mengutamakan aspek keselamatan.
  2. Menjamin semua produk dihasilkan melalui proses yang terdokumentasi serta dilaksanakan secara cermat dan akurat sesuai dengan ketentuan sebagaimana tercantum di dalam Buku Manual Mutu STTN berdasar acuan ISO 9001.
  3. Menjamin bahwa program-program dan pelayanan direncanakan dan dilaksanakan dengan komitmen untuk memenuhi kepuasan dan kebutuhan pelanggan.
  4. Menjamin bahwa SDM STTN mempunyai kualifikasi tinggi yang diperoleh melalui sistem seleksi, pengembangan, dan pelatihan.
  5. Menjamin bahwa standar yang ditetapkan dijaga dan diperbaiki terus menerus melalui kegiatan-kegiatan pemantauan secara aktif, tinjauan, dan perbaikan terus menerus.
  6. Menjamin bahwa sasaran mutu yang realistik dan terukur dikomunikasikan kepada seluruh SDM, dievaluasi, ditinjau, dan jika perlu diperbaiki.
  7. Menjamin bahwa pejabat di STTN memiliki komitmen untuk menerapkan sistem manajemen mutu sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.
  8. Ketua STTN bertanggung jawab atas penerapan Sistem Manajemen Mutu STTN.

 

  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
Top
  • Follows us our servcies